MUSAFIR LINTAS SAHARA
Alamat : Ruko Sentra Bisnis No.10.i Jl.Raya Hankam Jatiwarna Pondok Gede Bekasi Phone Office :021-22107752 atau WA :081803975430
Rabu, 12 Oktober 2016
Selasa, 11 Oktober 2016
PERINTAH UMROH DAN HAJI
PERINTAH ALLAH MENGENAI UMROH DAN HAJI
Perintah Allah mengenai Umroh Dan Haji
Ibadah Haji sudah lama disyariatkan oleh Allah swt dan dilaksanakan ummat manusia sejak jaman Nabi Ibrahim as, jauh sebelum diperintahkan oleh Nabi Muhammad saw. Sebagian besar prosesi Ritual Ibadah Haji merupakan cermin kisah perjuangan Nabi Ibrahim dan keluarganya yang selama hidupnya terus menerus diuji Allah dengan berbagai tugas dan ujian untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah. Namun dengan penuh keteguhan dan pengorbanan beliau lulus melewati berbagai ujian dan dijadikan contoh suri tauladan bagi ummat manusia hingga akhir jaman dengan diabadikan dalam Al Qur’an
Perintah Allah mengenai Umroh dan Haji
Salah satu ujian yang diberikan kepada Ibrahim adalah membangun Kabah yang rusak akibat banjir jaman nabi Nuh sebagaimana firman Allah dalam QS Al Baqoroh 125 :
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.
Umroh dan Haji
Selesai membangun Kabah, Allah swt memerintahkannya menyeru manusia untuk melaksanakan haji. Allah berfirman dalam QS Al Hajj 26-27:
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
Nabi Ibrahim berkata kepada Allah Taala, “Wahai Tuhan! Bagaimana suaraku akan sampai?” Allah Taala berfirman, “Serulah! Aku yang akan membuat suaramu sampai”.
Kemudian Nabi Ibrahim as. naik ke gunung Qubaisy (pada riwayat lain, beliau menggunakan batu yang kini menjadi maqam Ibrahim yang secara otomatis naik melebihi ketinggian gunung yang ada di Mekah) sambil menghadapkan wajahnya ke Timur dan Barat beliau berseru, “Wahai sekalian manusia, telah diwajibkan kepadamu menunaikan ibadah haji ke Baitul Atiq, maka sambutlah perintah Tuhanmu Yang Maha Agung. “
Seruan tersebut didengar oleh setiap manusia baik yang sudah lahir maupun yang masih berada dalam sulbi laki-laki dan rahim wanita (manusia yang belum lahir) kemudian disambut oleh orang yang telah ditetapkan dalam ilmu Allah bahwa ia akan melaksanakan haji, dengan berkata “Telah saya penuhi panggilan-Mu, Ya Allah! Telah saya penuhi panggilan-Mu.”
Mereka yang menjawab sekali akan berhaji sekali yang menjawab dua kali akan berhaji dua kali dan seterusnya. Mereka yang tidak menjawab panggilan tersebut maka dia tidak akan melaksanakan haji seumur hidupnya.
Allah swt memuliakan Ibrahim as sebagai Kekasih Allah dan mengabulkan doanya agar Mekah menjadi negeri yang diberkati dan menurunkan seorang Rasul dari penduduk Mekah sebagaimana yang dinyatakan dalam QS Al Baqoroh: 126-129:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. “Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Perintah Umroh dan Haji kepada Nabi Muhammad
Perintah menunaikan ibadah haji turun pada tahun ke-9 Hijrah sesuai firman Allah dalam QS Ali Imron 96-97:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
Walaupun ibadah haji merupakan syariat Nabi Ibrahim sebagaimana yang diajarkan Allah kepada beliau, namun Rasulullah Muhammad saw telah memperbaharui perintah ibadah haji dengan menunjukkan cara manasik yang benar dan membersihkannya dari kemusyrikan bada ditinggal Nabi Ibrahim as.
Kalaupun ada kesamaan ritual ibadah haji dengan jaman jahiliyah, Rasulullah Saw telah menghilangkan unsur syiriknya. Para sahabat mulanya khawatir ketika diperintahkan melaksanakan sa’i, karena di masa jahiliyah menjadi tempat berhala takut bercampur dengan kemusyrikan dan perbuatan Jahiliyah. Namun Allah menghapus kekhawatiran tersebut dalam firmannya :
“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati. Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah 158).
Hukum Umroh dan Haji
Sebagaimana wajibnya Ibadah Haji maka umrah pun hukumnya wajib yaitu umrah yang pertama kali dilakukan dan yang karena untuk menunaikan nazar. Umrah selanjutnya berubah hukumnya menjadi sunnah. Firman Allah dalam QS Al Baqarah 196:
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), Maka wajiblah atasnya berfid-yah, Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. apabila kamu telah (merasa) aman, Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
Umroh dan Haji Rosulullah SAW
Rasulullah hanya sekali melaksanakan ibadah haji seumur hidup yang sekaligus merupakan haji wada’ (Haji Perpisahan) pada tahun 10 H. Pelaksanaannya diikuti 100 Ribu kaum muslimin sehingga banyak saksi yang melihat bagaimana Rasulullah melaksanakan manasik haji.
Umrah dilaksanakan Rasulullah sebanyak 4 kali dalam tahun yang berbeda setelah beliau berada di Madinah yaitu :
1. Tahun ke 6 Hijrah diikuti 1400 sahabat, namun tidak terlaksana karena dihalangi kafir quraisy yang akhirnya melahirkan perjanjian Hudaibiyah.
2. Tahun ke 7 Hijrah sebagai umrah pengganti.
3. Tahun ke 8 H setelah penaklukan Thaif dengan miqat di Ji’ronah. Umrah ini juga sebagai umrah pengganti karena ketika Rasulullah menaklukkan Makah pada bulan Ramadhan tidak melakukan umrah.
4. Tahun ke 10 H, yang dilaksanakan bersamaan dengan Haji Wada dengan miqat dan ihram di Dzul Hulaifah (bir Ali).
Kepada orang yang mampu berhaji namun enggan mengerjakannya, Allah menyindirnya dengan firman :
”Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS Ali Imron:97).
Rasulullah saw pun menyampaikan ancaman dengan menyamakan orang yang mampu berhaji tapi tidak berhaji sebagai orang kafir ”Barang siapa yang telah memiliki bekal dan kendaraan lalu tidak berhaji maka bila mati, ia mati sebagai yahudi atau nasrani”.
Kepada orang yang menunda-nunda pelaksanaan ibadah umroh dan haji nya, Rasulullah mengingatkan: “Bersegeralah melaksanakan haji, karena sesungguhnya seorang di antara kamu tidak mengetahui apa yang akan merintanginya.”( HR. Ahmad).
Jadi, janganlah enggan atau menunda-nunda pelaksanaan ibadah umroh dan haji. Laksanakan ketika dirasa cukup memiliki bekal dan selagi masih muda. Insya Allah akan menjadi berkah bagi kehidupan kita.
Orang yang mendapat keutamaan Haji disebut Haji Mabrur. Mabrur berasal dari akar kata”al-birr” yang bermakna “ketaatan”. Haji yang Mabrur berarti tata cara hajinya dilaksanakan sesuai ketentuan Allah dan Rasulullah, tidak dicemari bid’ah, perbuatan dosa, serta mampu meningkatkan kualitas diri melalui kontribusi amar ma’ruf nahi munkar sehingga tampil sebagai sosok yang digambarkan Rasulullah yaitu : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia”.
Sabda Rasulullah saw:…
وَ الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ
“Dan haji mabrur itu tiada balasan bagi-nya melainkan Surga” (Al Hadits)
Kemudahan Umroh dan Haji
PT. Musafir Lintas Sahara memberikan Solusi Umroh dan Haji untuk anda semua. Semua dimulai dengan niat melalui DP Umroh 3,5 juta dan DP Haji 5 juta (ditambah usd 4000 bila ingin langsung mendapat nomor porsi). Selanjutnya untuk pelunasan dapat di cicil atau ikut melakukan syiar Umroh dan Haji. Insya Allah untuk Umroh bisa berangkat dalam 6 – 12 bulan. Sedangkan untuk Haji sesuai dengan waktu tunggu nomor porsi.
Silahkan bergabung dengan kami untuk mendapatkan tips dan bimbingan dalam menjalankan solusi umroh dan haji dari PT. Musafir Lintas Sahara. Bagi yang berusaha dan sabar, Insya Allah, Allah akan membuka kemudahan dan pintu rezeki kepada kita untuk menjalankan ibadah Umroh dan Haji.
Pendaftaran Umroh dan Haji
Untuk Konsultasi dan Pendaftaran Umroh dan Haji silahkan Hubungi :
Noval Amani,S.Pd.I Tlp : 021-22107752
HP : 081803975430
Line/WA : 081803975430
BB : 56D68286
Ruko sentra Bisnis No.10.i Jl raya hankam jatiwarna pondok gede bekasi
Perintah Allah mengenai Umroh Dan Haji
Ibadah Haji sudah lama disyariatkan oleh Allah swt dan dilaksanakan ummat manusia sejak jaman Nabi Ibrahim as, jauh sebelum diperintahkan oleh Nabi Muhammad saw. Sebagian besar prosesi Ritual Ibadah Haji merupakan cermin kisah perjuangan Nabi Ibrahim dan keluarganya yang selama hidupnya terus menerus diuji Allah dengan berbagai tugas dan ujian untuk membuktikan kecintaannya kepada Allah. Namun dengan penuh keteguhan dan pengorbanan beliau lulus melewati berbagai ujian dan dijadikan contoh suri tauladan bagi ummat manusia hingga akhir jaman dengan diabadikan dalam Al Qur’an
Perintah Allah mengenai Umroh dan Haji
Salah satu ujian yang diberikan kepada Ibrahim adalah membangun Kabah yang rusak akibat banjir jaman nabi Nuh sebagaimana firman Allah dalam QS Al Baqoroh 125 :
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. dan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.
Umroh dan Haji
Selesai membangun Kabah, Allah swt memerintahkannya menyeru manusia untuk melaksanakan haji. Allah berfirman dalam QS Al Hajj 26-27:
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
Nabi Ibrahim berkata kepada Allah Taala, “Wahai Tuhan! Bagaimana suaraku akan sampai?” Allah Taala berfirman, “Serulah! Aku yang akan membuat suaramu sampai”.
Kemudian Nabi Ibrahim as. naik ke gunung Qubaisy (pada riwayat lain, beliau menggunakan batu yang kini menjadi maqam Ibrahim yang secara otomatis naik melebihi ketinggian gunung yang ada di Mekah) sambil menghadapkan wajahnya ke Timur dan Barat beliau berseru, “Wahai sekalian manusia, telah diwajibkan kepadamu menunaikan ibadah haji ke Baitul Atiq, maka sambutlah perintah Tuhanmu Yang Maha Agung. “
Seruan tersebut didengar oleh setiap manusia baik yang sudah lahir maupun yang masih berada dalam sulbi laki-laki dan rahim wanita (manusia yang belum lahir) kemudian disambut oleh orang yang telah ditetapkan dalam ilmu Allah bahwa ia akan melaksanakan haji, dengan berkata “Telah saya penuhi panggilan-Mu, Ya Allah! Telah saya penuhi panggilan-Mu.”
Mereka yang menjawab sekali akan berhaji sekali yang menjawab dua kali akan berhaji dua kali dan seterusnya. Mereka yang tidak menjawab panggilan tersebut maka dia tidak akan melaksanakan haji seumur hidupnya.
Allah swt memuliakan Ibrahim as sebagai Kekasih Allah dan mengabulkan doanya agar Mekah menjadi negeri yang diberkati dan menurunkan seorang Rasul dari penduduk Mekah sebagaimana yang dinyatakan dalam QS Al Baqoroh: 126-129:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. “Ya Tuhan Kami, Jadikanlah Kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu Kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada Kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji Kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “Ya Tuhan Kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Perintah Umroh dan Haji kepada Nabi Muhammad
Perintah menunaikan ibadah haji turun pada tahun ke-9 Hijrah sesuai firman Allah dalam QS Ali Imron 96-97:
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
Walaupun ibadah haji merupakan syariat Nabi Ibrahim sebagaimana yang diajarkan Allah kepada beliau, namun Rasulullah Muhammad saw telah memperbaharui perintah ibadah haji dengan menunjukkan cara manasik yang benar dan membersihkannya dari kemusyrikan bada ditinggal Nabi Ibrahim as.
Kalaupun ada kesamaan ritual ibadah haji dengan jaman jahiliyah, Rasulullah Saw telah menghilangkan unsur syiriknya. Para sahabat mulanya khawatir ketika diperintahkan melaksanakan sa’i, karena di masa jahiliyah menjadi tempat berhala takut bercampur dengan kemusyrikan dan perbuatan Jahiliyah. Namun Allah menghapus kekhawatiran tersebut dalam firmannya :
“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Barangsiapa yang mengerjakan kebajikan dengan kerelaan hati. Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”. (QS Al Baqarah 158).
Hukum Umroh dan Haji
Sebagaimana wajibnya Ibadah Haji maka umrah pun hukumnya wajib yaitu umrah yang pertama kali dilakukan dan yang karena untuk menunaikan nazar. Umrah selanjutnya berubah hukumnya menjadi sunnah. Firman Allah dalam QS Al Baqarah 196:
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), Maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), Maka wajiblah atasnya berfid-yah, Yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. apabila kamu telah (merasa) aman, Maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), Maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
Umroh dan Haji Rosulullah SAW
Rasulullah hanya sekali melaksanakan ibadah haji seumur hidup yang sekaligus merupakan haji wada’ (Haji Perpisahan) pada tahun 10 H. Pelaksanaannya diikuti 100 Ribu kaum muslimin sehingga banyak saksi yang melihat bagaimana Rasulullah melaksanakan manasik haji.
Umrah dilaksanakan Rasulullah sebanyak 4 kali dalam tahun yang berbeda setelah beliau berada di Madinah yaitu :
1. Tahun ke 6 Hijrah diikuti 1400 sahabat, namun tidak terlaksana karena dihalangi kafir quraisy yang akhirnya melahirkan perjanjian Hudaibiyah.
2. Tahun ke 7 Hijrah sebagai umrah pengganti.
3. Tahun ke 8 H setelah penaklukan Thaif dengan miqat di Ji’ronah. Umrah ini juga sebagai umrah pengganti karena ketika Rasulullah menaklukkan Makah pada bulan Ramadhan tidak melakukan umrah.
4. Tahun ke 10 H, yang dilaksanakan bersamaan dengan Haji Wada dengan miqat dan ihram di Dzul Hulaifah (bir Ali).
Kepada orang yang mampu berhaji namun enggan mengerjakannya, Allah menyindirnya dengan firman :
”Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS Ali Imron:97).
Rasulullah saw pun menyampaikan ancaman dengan menyamakan orang yang mampu berhaji tapi tidak berhaji sebagai orang kafir ”Barang siapa yang telah memiliki bekal dan kendaraan lalu tidak berhaji maka bila mati, ia mati sebagai yahudi atau nasrani”.
Kepada orang yang menunda-nunda pelaksanaan ibadah umroh dan haji nya, Rasulullah mengingatkan: “Bersegeralah melaksanakan haji, karena sesungguhnya seorang di antara kamu tidak mengetahui apa yang akan merintanginya.”( HR. Ahmad).
Jadi, janganlah enggan atau menunda-nunda pelaksanaan ibadah umroh dan haji. Laksanakan ketika dirasa cukup memiliki bekal dan selagi masih muda. Insya Allah akan menjadi berkah bagi kehidupan kita.
Orang yang mendapat keutamaan Haji disebut Haji Mabrur. Mabrur berasal dari akar kata”al-birr” yang bermakna “ketaatan”. Haji yang Mabrur berarti tata cara hajinya dilaksanakan sesuai ketentuan Allah dan Rasulullah, tidak dicemari bid’ah, perbuatan dosa, serta mampu meningkatkan kualitas diri melalui kontribusi amar ma’ruf nahi munkar sehingga tampil sebagai sosok yang digambarkan Rasulullah yaitu : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia”.
Sabda Rasulullah saw:…
وَ الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةَ
“Dan haji mabrur itu tiada balasan bagi-nya melainkan Surga” (Al Hadits)
Kemudahan Umroh dan Haji
PT. Musafir Lintas Sahara memberikan Solusi Umroh dan Haji untuk anda semua. Semua dimulai dengan niat melalui DP Umroh 3,5 juta dan DP Haji 5 juta (ditambah usd 4000 bila ingin langsung mendapat nomor porsi). Selanjutnya untuk pelunasan dapat di cicil atau ikut melakukan syiar Umroh dan Haji. Insya Allah untuk Umroh bisa berangkat dalam 6 – 12 bulan. Sedangkan untuk Haji sesuai dengan waktu tunggu nomor porsi.
Silahkan bergabung dengan kami untuk mendapatkan tips dan bimbingan dalam menjalankan solusi umroh dan haji dari PT. Musafir Lintas Sahara. Bagi yang berusaha dan sabar, Insya Allah, Allah akan membuka kemudahan dan pintu rezeki kepada kita untuk menjalankan ibadah Umroh dan Haji.
Pendaftaran Umroh dan Haji
Untuk Konsultasi dan Pendaftaran Umroh dan Haji silahkan Hubungi :
Noval Amani,S.Pd.I Tlp : 021-22107752
HP : 081803975430
Line/WA : 081803975430
BB : 56D68286
Ruko sentra Bisnis No.10.i Jl raya hankam jatiwarna pondok gede bekasi
Selasa, 04 Oktober 2016
Kamis, 29 September 2016
Brosur baru
JADWAL KEGIATAN UMROH 9 HARI
SURABAYA - JAKARTA -
MADINAH
2 Jam sebelum berangkat berkumpul di Bandara Soekarno Hatta
Jakarta bagi Jamaah yang berangkat dari Jakarta dan sekitarnya.
Dan bagi Jamaah dari Jawa timur dan sekitarnya berkumpul 2
jam sebelum berangkat di Bandara Juanda Surabaya untuk menuju Jakarta kemudian
menuju jeddah Arab Saudi tiba di jeddah melanjutkan ke Madinah.
MADINAH
Sholat subuh di masjid Nabawi dan makan pagi kemudian Ziarah
ke makam Nabi Muhammad SAW. SahabaRaudhah, Makam baqi. memperbanyak ibadah di
masjid Nabawi. setelah Sholat Isya dan Makan malam dilanjutkan kegiatan
Tausiyah.
MADINAH
Sholat subuh di masjid Nabawi dan makan pagi kemudian City
Tour ke masjid quba, Jabal Uhud, dan kebun Kurma.setelah sholat isya dan makan
malam di lanjutkan Tausiyah.
MADINAH - MAKKAH
Sholat subuh dan makan pagi kemudian berangkat ke Makkah dan
berhenti mengambil Miqot di Biir Ali, (Dzul Hulaifah) mengerjakan Umroh.
Kegiatan Bebas dan memperbanyak ibadah di masjidil haram.
MAKKAH
Sholat subuh di masjidil haram kemudian makan pagi dan
dilanjutkan City Tour ke jabal Tsyur, Arofah(Jabal rohmah), Muzdhalifah, Mina,
Jabal Nur(Gua Hira)
MAKKAH
Kegiatan Bebas, memperbanyak ibadah di masjidilharam.
Setelah sholat Isya dan makan malam di lanjutkan kegiatan
tausiyah.
MAKKAH
Kegiatan Bebas, memperbanyak ibadah di masjidilharam.
Setelah sholat Isya dan makan malam di lanjutkan kegiatan
tausiyah.
MAKKAH – JEDDAH – JAKARTA
- SURABAYA
Perjalanan ke Jeddah kemudian CityTour ke kota Jeddah(laut
merah), masjid terapung, Balad,)
Berangkat ke bandara Internasional King Abdul Aziz dan
bertolak ke tanah air
JAKARTA - SURABAYA
Insya Allah sampai Bandara Internasional Soekarno – Hatta
Jakarta / Juanda Surabaya dengan
selamat.
Kantor Pusat :
Jl. Olahraga 1 No. 17 Rt.15 Rw. 05 Cililitan
Kramat Jati - Jakarta Timur
Telp : 021 – 8088051 / 80880969 Fax : 021- 80873119
Email : musafir_lintassahara@yahoo.co.id
Kantor operasional 1
Ruko Sentra Bisnis No. 10.i Jl. Raya Hankam Jatiwarna
Pondok Gede bekasi
Telp : 021-22107752 Email : musafir_lintassahara17@yahoo.com
Kantor Operasional 2
Desa Payaman Rt.01 Rw.14 Solokuro Lamongan
Telp :08121604971/085697366533
PERSYARATAN
UMROH
1. Paspor dengan nama tiga suku kata
2. Kartu kuning /meningitis
3. Kartu keluarga asli
4. Ktp asli
5. Buku nikah asli(bagi suami istri)
6. Akte kelahiran asli(bagi yang membawa putra-putri)
7. Pas foto warna dengan latar belakang putih nampak
80%(untuk wanita harus memakai jilbab)
Ukuran 4 x 6 =8 lembar
Ukuran 3x 4 =8 lembar
8. Dokumen di serahkan paling lambat sebelum1 bulan
keberangkatan
9. Membayar uang muka minimal 30% dari harga paket
yang di pilih pada saat pendaftaran
Pelunasan
paling lambat 1bulan sebelum keberangkatan
10. Jamaah wanita usia 45 tahun, atau anak yang
dibawah umur 17 tahun
tanpa di
dampingi muhrim akan dikenakan biaya muhrim(syarat kententuan berlaku)
Jamaah
wanita di atas 45 tahun tidakperlu muhrim
11. Harga paket tidak mengikat, mengikuti nilai
dollar dan kondisi penerbangan serta akomodasi
12. Program dapat berubah tergantung dengan situasi
dan kondisi setempat
serta
tidak mengurangi nilai ibadah.
JAWA TIMUR
SITUBONDO H.
Rosyid Cp. 082244712760
Hj.
Maryam Cp. 085331878162
PASURUAN H.
Hasan Cp. 085704178064 -
082139368025
MALANG H.
Hoirudin Cp. 082234829447
H.
Toher Cp. 085755014412
H.
Nurudin Cp. 081615725499
Gus
Basit Cp. 085100754128
H.
samidi Cp. 081216680346
PONOROGO H.
Miswanto Cp. 081554659699
TULUNGAGUNG Hj.
Supartini cp. 081359355790 -
082233884800
JAWA TENGAH
SEMARANG H.
Hasyim Cp. 087831129580 -
081328775007
TEGAL H.
Wardimin Cp. 0818422934
BREBES H.
Jarukhi Cp. 087829907372 -
087749916461
Hj.
Iroh Cp.
085870163404
H.
Muarip Cp. 087830225599
JAWA BARAT
CIREBON H.
Samani Cp. 081909994068
MAJALENGKA Hj.
Tatik Cp. 081312108234 -
085624151808
H.
Iyan Maulana Cp.085224613439
PURWAKARTA H.
Said Cp. 081909370260
H.
Muslihun Cp. 0818206156 -
081808697896
CIANJUR H.
Ridwan Cp. 085722242275
SUKABUMI H.
Asep Cp. 087720957539 -
087820617439
NUSA TENGGARA
BARAT(NTB)
MATARAM H.
Husin Cp. 081907366326
LOMBOBOK TIMUR Hj. Zaenab Cp. 087864607863
Hj.
Muslihin Cp. 0817352114
LOMBOK BARAT Hj.
Karni Cp. 085337801124 -
081915939963
PAKET UMROH TERMASUK
1.
Visa umroh
2.
Tiket pesawat surabaya-jakarta-jeddah (pulang-pergi)
3.
Tiket pesawat jakarta-jeddah (pulang-pergi)
4.
Akomodasi madinah dan makkah
5.
Kegiatan atau ziarah sesuai program
6.
Transportasi lokal bus ac
7.
Makan 3x sehari dengan menu indonesia
8.
Air zam-zam
9.
Perlengkapan umroh
10.
Penginapan selama ibadah berlangsung(makkah-madinah)
11.
Manasik umroh 1 x
12.
Airport tax international dan handling
PAKET UMROH TIDAK TERMASUK
1.
Biaya pembuatan paspor dan dokumen perjalanan
lainnya
2.
Pengeluaran pribadi)laundry,telepon,tips,dll)
3.
Tour/acara di luar program atas permintaan
sendiri
4.
Kelebihan bagasi(overweight)
5.
Kartu kuning vaksin meningistis
6.
Biaya muhrim
Langganan:
Komentar (Atom)





